Mengenal Dasar-Dasar Antropologi

KONTEN MATERI:

1. latar belakang pembahasan; 2. dasar-dasar antropologi sebagai mata kuliah; 3. tujuan kuliah dasar-dasar antropologi; 4. ruang lingkup dasar-dasar antropologi; 5. pelaksanaan proses pembelajaran, penilaian, dan evaluasi; dan 6. penutup. 

OLEH: 

Dimas Ario Sumilih



LATAR BELAKANG DAN PEMBAHASAN

            Kita ketahui terlebih dahulu bahwa istilah antropologi tersusun atas dua kata dalam bahasa Yunani, yaitu: "anthropos", berarti manusia; dan "logos/logia", berarti ilmu, kajian, studi, pelajaran. Dengan demikian antropologi merupakan suatu disiplin ilmu atau ilmu pengetahuan, studi yang mempelajari, mengkaji, menelusuri, dan menyelidiki secara mendalam tentang keberadaan umat manusia yang kompleks. Kompleksitas keberadaan umat manusia itu melintasi ruang dan waktu. Dikatakan demikian, artinya kajian antropologi tidak membatasi ruang atau tempat/lokasi/daerah tertentu saja, dan tidak pula membatasi jangkauan waktu, melintasi kajian manusia masa lalu, kehidupannya di masa kini, dan prediksi-prediksi kemanusiaan di masa yang akan datang.

            Di samping itu, manusia sendiri merupakan makhluk yang kompleks dari aspek fisik/ragawi, emosi, sosial, dan kebudayaannya. Kajian antropologi menjadi penting dan mendasar untuk dipelajari setiap pelajar/mahasiswa yang memperdalam ilmu-ilmu alam, sosial, dan humaniora, karena setiap ilmu dipelajari pada hakikatnya untuk kepentingan dan kemajuan umat manusia.

            Ilmu-ilmu sosial dan humaniora, pada jenjang pendidikan tingkat dasar dan menengah, biasa disebut sebagai IPS, yaitu singkatan dari Ilmu Pengetahuan Sosial. Saat ini dengan diberlakukan Kurikulum 2013 (K13 atau Kurtilas) di kelas rendah (I s.d. III SD/MI), IPS diajarkan terpadu dan terintegrasi dengan pembelajaran tematik. Di kelas tinggi (IV s.d. VI SD/MI), IPS mulai diajarkan menjadi mata pelajaran yang berdiri sendiri. Di SMP/MTs, IPS diperkenalkan dan diajarkan secara terpadu dan korelatif. Sementara di tingkat lanjut pendidikan menengah di SMA/MA, pelajaran IPS telah menjadi kelompok peminatan.

            Kelompok peminatan pelajaran IPS di dalamnya mencakupi mata pelajaran yang masing-masing berdiri sendiri, yaitu: geografi, sosiologi, ekonomi, dan sejarah. Terdapat sudut pandang dan pemahaman di tingkat pendidikan dasar dan menengah, bahwa antropologi berkembang dari ilmu-ilmu humaniora. Atas dasar pemahaman ini, maka antropologi di jenjang SMA/MA menjadi mata pelajaran yang berdiri sendiri dalam kelompok peminatan ilmu-ilmu bahasa dan budaya. Ilmu-ilmu humaniora merupakan kelompok ilmu yang bersentuhan dengan nilai-nilai dasar kemanusiaan yang mencakup: etika, logika, estetika, pendidikan pancasila, pendidikan kewarganegaraan, agama, filsafat, seni, sejarah, dan ilmu-ilmu bahasa, serta sastra.

            Pelajar/mahasiswa di jenjang dan tingkat perguruan tinggi, khususnya di fakultas ilmu sosial dan hukum, perlu mengenal dan memahami serta menghayati kajian yang mendasar (dasar-dasar) tentang antropologi untuk selanjutnya dapat menerapkannya dalam memperdalam bidang keilmuan masing-masing melalui pendekatan-pendekatan antropologis. Harapannya, melalui dasar-dasar antropologi, pelajar/mahasiswa dapat memiliki kepekaan dan kepedulian terhadap masyarakat, kebudayaan, dan lingkungannya, sehingga mampu memberikan solusi bagi pemecahan problematika kehidupan dan kemanusiaan menggunakan langkah dan prosedur kerja atas dasar konsep-konsep antropologis.



DASAR-DASAR ANTROPOLOGI SEBAGAI MATA KULIAH

             Sebagai suatu mata kuliah, dasar-dasar antropologi dirancang melalui sistem pembelajaran yang memperhatikan dan memuat karakteristik pembelajaran sebagaimana tertuang di dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Nomor 3 Tahun 2020 tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi, khususnya pada Bagian Keempat Pasal 10 dan 11.

            Proses pembelajaran dilaksanakan secara interaktif, holistik, integratif, saintifik, kontekstual, tematik, efektif, kolaboratif dan berpusat pada mahasiswa. Karakteristik pembelajaran tersebut diupayakan melalui pembelajaran dasar-dasar antropologis untuk mendorong mahasiswa agar memiliki technical skill, search skill, computation skill, human relation skill, conceptual skill, decision making skill, dan time management skill.

  • Technical skill adalah keterampilan yang diperlukan untuk melakukan tugas-tugas khusus yang karakteristik (khas) dan spesifik (unik) melalui pendekatan-pendekatan antropologis.
  • Search skill adalah kemampuan untuk menggali, menemukan ide dan gagasan, berkreasi, dan berimajinasi, khususnya berbekal konsep-konsep dasar antropologi.
  • Computation skill adalah kemampuan meramal atau berhitung memprediksikan keadaan pada masa yang akan datang menggunakan pendekatan-pendekatan antropologis melalui langkah dan prosedur kerja atas dasar konsep-konsep antropologis.
  • Human relation skill adalah keterampilan memahami, mengerti, berkomunikasi, dan berelasi dengan orang lain dalam organisasi berbekal pada kepekaan dan kepedulian terhadap masyarakat, kebudayaan, dan lingkungannya.
  • Conceptual skill adalah kemampuan berpikir abstrak, mendiagnosis, serta menganalisis situasi yang berbeda, dan melihat situasi luar sehingga memiliki kemampuan untuk menghadapi segala tantangan menggunakan langkah dan prosedur kerja serta cara berpikir atas dasar konsep-konsep antropologis.
  • Decision making skill adalah kemampuan merumuskan masalah dan mengampil sikap serta keputusan, cara bertindak yang terbaik untuk memberikan solusi bagi pemecahan problematika kehidupan dan kemanusiaan menggunakan langkah dan prosedur kerja atas dasar konsep-konsep antropologis.
  • Time management skill adalah kemampuan dapat menggunakan dan mengatur waktu secara produktif.

            Mata kuliah dasar-dasar antropologi atau biasa disebut juga pengantar antropologi dengan beban studi 2 SKS merupakan mata kuliah wajib fakultas, membekali mahasiswa yang terdaftar di semua jurusan/program studi di lingkup Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum.



TUJUAN KULIAH DASAR-DASAR ANTROPOLOGI

            Tujuan kuliah dasar-dasar antropologi dijabarkan melalui  Capaian Pembelajaran Mata Kuliah (CP-MK) yang terdiri atas: (1) soft skill berupa capaian sikap, dan (2) hard skill berupa capaian pengetahuan, capaian keterampilan umum, dan capaian keterampilan khusus.


SOFT SKILL

Tergolong soft skill adalah Capaian Sikap dari kuliah dasar-dasar antropologi, yaitu:

  • Mahasiswa mampu berkontribusi dalam peningkatan mutu dan kualitas diri dengan cara menciptakan kerja sama dan menunjukkan sikap tanggung jawab melalui interaksi dalam kerja kelompok.
  • Mahasiswa mampu menghargai pendapat dan temuan orisinal orang lain serta menghindari plagiasi agar dapat menginternalisasi nilai, norma, dan etika akademik.
  • Mahasiswa mampu menunjukkan sikap disiplin dan menghargai waktu agar tercipta suasana pembelajaran yang kondusif serta mendukung pencapaian pembelajaran dengan optimal.
  • Mahasiswa memiliki kepekaan dan kepedulian sosial terhadap masyarakat, kebudayaan, dan lingkungannya sehingga mampu memberikan solusi bagi pemecahan problematika kehidupan dan kemanusiaan menggunakan langkah dan prosedur kerja atas dasar konsep-konsep dasar antropologi.


HARD SKILL

Tergolong hard skill adalah capaian pengetahuan, keterampilan umum, dan keterampilan khusus dari kuliah dasar-dasar antropologi.


Capaian Pengetahuan:

  • Mahasiswa mampu merumuskan pengertian antropologi serta mengemukakan sejarah dan perkembangannya agar dapat memahami konsep dasar antropologi dan hubungannya dengan ilmu-ilmu lainnya.
  • Mahasiswa menguasai konsep evolusi biologi dan mengemukakan pemikiran asal-usul manusia agar dapat memahami batasan lingkung makhluk manusia beserta realita keragaman ras yang berkembang.
  • Mahasiswa menguasai warna kepribadian manusia beserta hubungannya dengan budaya dan keragaman individu agar dapat merumuskan kepribadian umum yang berguna untuk melakukan analisis dan pemetaan corak keragaman serta identitas budaya kelompok manusia.
  • Mahasiswa mampu mengemukakan kembali rumusan tentang masyarakat, kebudayaan, dan dinamikanya agar dapat mengonstruksi pemahamannya mengenai kelompok sosial, pranata dan struktur sosial, sistem nilai dan norma, adat istiadat, serta bentuk-bentuk perubahan sosial-budaya.
  • Mahasiswa mampu merumuskan sifat, wujud, dan unsur kebudayaan universal agar dapat melakukan pemetaan ragam budaya, tradisi, dan adat-istiadat kelompok manusia yang tumbuh dan berkembang dalam kehidupan masyarakat serta membangun peradaban bagi kemajuan dan kesejahteraan hidup bersama.


Capaian Keterampilan Umum:

  • Mahasiswa mampu menerapkan pemikiran logis, kritis, dan sistematis, serta inovatif dalam konteks pengembangan atau implementasi antropologi agar dapat memberikan solusi bagi problematika kehidupan dan kemanusiaan.
  • Mahasiswa mampu menunjukkan kinerja mandiri, bermutu dan terukur, mengambil keputusan dengan tepat, serta dapat bekerja sama mengembangkan jaringan kerja dan memiliki tanggung jawab dalam penelitian maupun pengabdian kepada masyarakat dengan mengimplementasikan langkah dan prosedur kerja atas dasar konsep-konsep dasar antropologi.
  • Mahasiswa menguasai langkah dan prosedur kerja penelitian maupun pengabdian kepada masyarakat bidang keilmuan antropologi agar dapat menyajikan antropologi terapan yang mampu memberi kontribusi dan solusi pemecahan problematika pada masyarakat multikultur.


Capaian Keterampilan Khusus:

  • Mahasiswa secara individu maupun kelompok mampu menyusun peta posisi antropologi dan ruang lingkupnya dalam kancah ilmu pengetahuan agar dapat menunjukkan keterkaitan dan hubungannya dengan ilmu-ilmu lainnya yang berkontribusi bagi pemecahan problematika kehidupan dan kemanusiaan.
  • Mahasiswa secara individu maupun kelompok mampu menyusun hirarki evolusi biologi, khususnya dalam mengidentifikasi evolusi makhluk manusia agar dapat memahami batasan biologis manusia yang memiliki keterkaitan erat dengan pertumbuhan dan perkembangan kehidupan sosial budaya beserta unsur-unsur universalnya.
  • Mahasiswa secara individu maupun kelompok mampu menyusun peta bentuk-bentuk perubahan sosial budaya dan melakukan identifikasi prosesnya agar dapat mengenali gejala-gejala realita kehidupan dan kemanusiaan yang dinamis dan penuh keragaman.
  • Mahasiswa secara kelompok mampu menyusun rancangan penelitian maupun pengabdian kepada masyarakat bidang keilmuan antropologi agar dapat melakukan perencanaan antropologi terapan yang bermanfaat memberi kontribusi dan solusi pemecahan problematika pada masyarakat multikultur.



RUANG LINGKUP DASAR-DASAR ANTROPOLOGI

            Kuliah dasar-dasar antropologi sebagai suatu pengantar antropologi (biasa disebut juga sebagai mata kuliah pengantar antropologi) terdiri atas lingkup pembahasan tentang:

  • Antropologi sebagai ilmu dan studi tentang manusia.
  • Sejarah dan perkembangan/dinamika keilmuan antropologi.
  • Istilah-istilah lain antropologi dan ilmu-ilmu bagiannya.
  • Hubungan antara antropologi dengan ilmu-ilmu lainnya.
  • Evolusi biologi dan pemikiran asal-usul makhluk manusia.
  • Identifikasi biologis makhluk manusia.
  • Aneka warna ras manusia dan masalah rasial.
  • Manusia sebagai makhluk sosial hidup berkelompok dan menghasilkan budaya.
  • Warna kepribadian manusia beserta hubungannya dengan budaya dan keragaman individu.
  • Unsur kebudayaan universal, sifat, dan bentuknya.
  • Sistem nilai, norma, dan adat-istiadat.
  • Perubahan sosial budaya.
  • Metode penelitian bidang antropologi biologi/ragawi.
  • Metode penelitian bidang antropologi sosial budaya.
  • Kontribusi antropologi bagi pemecahan problematika hidup atas dasar kemanusiaan.



PELAKSANAAN PROSES PEMBELAJARAN, PENILAIAN, DAN EVALUASI

PELAKSANAAN PROSES PEMBELAJARAN

           Pelaksanaan proses pembelajaran dasar-dasar antropologi berlangsung sebagaimana amanat Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Nomor 3 Tahun 2020 tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi, khususnya pada Bagian Keempat Pasal 10, 11, 12, dan 13, yaitu dalam bentuk interaksi antara dosen, mahasiswa, dan sumber belajar dalam lingkup belajar tertentu (daring dan atau luring). Proses pembelajaran dasar-dasar antropologi dilaksanakan sesuai Rencana Pembelajaran Semester (RPS) yang telah disusun oleh dosen pengasuh/pengampu/penanggung jawab mata kuliah.

            Proses pembelajaran dasar-dasar antropologi berlangsung sebagaimana amanat peraturan menteri tersebut pada pasal 14, yaitu: melalui kegiatan kurikuler wajib yang dilakukan secara sistematis dan terstruktur dengan beban belajar yang terukur. Proses ini menggunakan metode pembelajaran yang efektif sesuai dengan karakteristik dasar-dasar antropologi untuk mencapai capain pembelajaran yang telah dirumuskan dan merupakan tujuan kuliah ini. Metode pembelajaran dasar-dasar antropologi meliputi: diskusi kelompok, simulasi, studi kasus, pembelajaran kolaboratif, pembelajaran kooperatif, pembelajaran berbasis proyek, pembelajaran berbasis masalah, atau metode-metode lainnya yang secara efektif memfasilitasi pemenuhan capaian pembelajaran lulusan.


PENILAIAN DAN EVALUASI

            Proses penilaian dan evaluasi pembelajaran dasar-dasar antropologi berprinsip sebagaimana amanat Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Nomor 3 Tahun 2020 tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi, khususnya pada Bagian Kelima Pasal 21, 22, 23, 24, 25 dan 26, yaitu: edukatif, otentik, objektif, akuntabel, dan transparan secara terintegrasi. 

            Teknik penilaian terdiri atas: observasi, partisipasi, unjuk kerja, tes tertulis, tes lisan, dan angket. Sementara itu, instrumen penilaiannya  dapat berupa penilaian proses dalam bentuk rubrik dan/atau penilaian dalam bentuk portofolio karya pelajar/mahasiswa. Pelaksanaan penilaian dan evalusi dilakukan sesuai Rencana Pembelajaran Semester (RPS) yang telah disusun oleh dosen pengasuh/pengampu/penanggung jawab mata kuliah.



PENUTUP

           Pengenalan dasar-dasar antropologi perlu dipahami oleh setiap pelajar/mahasiswa di lingkup Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum. Pengenalan ini memperkenalkan dasar keilmuan antropologi dan mata kuliah dasar-dasar antropologi. Mata kuliah ini biasa disebut pula sebagai pengantar antropologi. Bagi pelajar/mahasiswa yang menempuh pelajaran ini, ikutilah perkuliahan dengan tertib dan giat belajar. Selamat belajar, semoga sukses, dan bermanfaat.//


Link Permendikbud RI Nomor 3 Tahun 2020



das.01082021



0 Komentar